Pengolahan Air Nira Menjadi Sirup d’Legen



Mayoritas penduduk Desa Maneron bermata pencaharian sebagai petani, diantaranya petani padi, jagung, kacang dan siwalan. Siwalan merupakan tanaman sejenis palma yang banyak tumbuh di daerah asia, khususnya Asia Tenggara.  Mayoritas petani siwalan memanen buah siwalan dan air niranya untuk dijual guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebagian masyarakat juga biasanya mengolah air nira menjadi gula aren. Air nira yang biasa dikenal sebagai air legen didapatkan dari hasil penyadapan bunga pohon siwalan jenis perempuan yang bunganya berbentuk sulur. Satu pohon siwalan dapat menghasilkan sekitar enam liter air nira.

Air nira yang diolah menjadi sirup didapatkan dari kebun siwalan milik bapak Sulit, beliau menjadi petani siwalan sejak tahun 2008. Jumlah pohon yang ada di kebun bapak Sulit berjumlah 20 pohon. Air nira ini memiliki rasa yang manis, tetapi sayangnya tidak tahan lama, karena dalam hitungan beberapa jam saja air nira tersebut mengalami proses fermentasi akibat aktivitas mikroba tertentu. Proses penyimpanan yang tepat akan membuat air nira lebih tahan lama sampai 2 hari. Setelah lebih dua hari air nira akan mengandung alkohol yang biasanya dikenal dengan “tuak”. Oleh karenanya perlu adanya inovasi baru untuk meningkatkan ketahanan penyimpanan legen dengan cara membuat sirup legen yang dapat dikonsumsi untuk semua kalangan. Dengan mengolah air nira menjadi sirup, akan memiliki beberapa manfaat diantaranya daya ketahanan penyimpanan yang lebih lama (2-3 minggu), dapat dikonsumsi untuk berbagai kalangan dan dapat memelihara ketahanan tubuh. Selain itu, air nira memiliki berbagai manfaat diantaranya pengganti caitan tubuh, mengatasi gejala impotensi dan memperbaiki fungsi ginjal.

0 komentar:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Top WordPress Themes