Desa Maneron selalu berintegritas, berkompeten, dan siap bersaing di era globalisasi baik tingkat nasional atau internasional, namun tetap menunjukkan budaya dan etika melalui peradaban kearifan lokal.

SUKA Maneron: Susu Kacang desa Maneron

Sebagian besar sawah dari penduduk Maneron ditanami kacang tanah. Hasil panen dari kacang tanah hanya dijual di pasaran dengan kualitas kacang tanah yang rendah. Kacang tanah merupakan jenis kacang-kacangan yang sangat bermanfaat bagi manusia,  Pemanfaatan kacang tanah selama ini (di desa Maneron) hanya dijadikan sebagai bumbu masakan. Namun, kacang tanah juga diolah sebagai produk unggulan desa menjadi bahan ekonomi tinggi yaitu susu kacang.



Kacang-kacang pada umumnya menyimpan nutrisi penting dan lengkap bagi tubuh. Kacang tanah merupakan salah satu yang memiliki gizi terbaik pada kelompok kacang-kacangan. Nutrisi pada manfaat kacang tanah ini diyakini sebanding dengan manfaat kacang kedelai (soya). Satu cangkir kacang mentah mengandung sekitar ((healthyeating.sfgate.com,Health Benefits of Raw Peanuts, diakses 26 November 2014)) :
828 kalori (8% dari kebutuhan harian)
72 gram lemak (110% dari kebutuhan harian)
37 gram protein (73% protein dari kebutuhan harian)
24 gram karbohidrat (8% dari kebutuhan harian)
12 gram serat (19% dari kebutuhan harian)
10 gram lemak jenuh (50% dari kebutuhan harian

Pembuatan susu kacang dengan cara merebus kacang tanah tanpa kulit. Setelah matang, membuang kulit ari pada kacang dan menghaluskan menggunakan blender. Menambahkan air supaya larut sehingga diperoleh sari kacang, kemudian direbus dengan menambahkan gula secukupnya sambil diaduk hingga mendidih.

Bakti Sosial


Kerja bakti merupakan bekerja dengan bergotong royong untuk membersihkan sampah dan sisa-sisa kayu yang tidak pantas diapandang mata. Misalnya, sisa kayu-kayu yang tidak dipakai dan sampah plastik yang tidak terurai dapat merusak pemandangan sekitar pantai. Kelompok KKN 07 dengan bersemangat membersihkan Pantai Maneron menggunakan alat-alat seadanya seperti, kayu panjang dan karung untuk mengangkut sampah ke tempat pembungan akhir kemudian sampah tersebut dibakar.

Pengolahan Air Nira Menjadi Sirup d’Legen



Mayoritas penduduk Desa Maneron bermata pencaharian sebagai petani, diantaranya petani padi, jagung, kacang dan siwalan. Siwalan merupakan tanaman sejenis palma yang banyak tumbuh di daerah asia, khususnya Asia Tenggara.  Mayoritas petani siwalan memanen buah siwalan dan air niranya untuk dijual guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebagian masyarakat juga biasanya mengolah air nira menjadi gula aren. Air nira yang biasa dikenal sebagai air legen didapatkan dari hasil penyadapan bunga pohon siwalan jenis perempuan yang bunganya berbentuk sulur. Satu pohon siwalan dapat menghasilkan sekitar enam liter air nira.

Air nira yang diolah menjadi sirup didapatkan dari kebun siwalan milik bapak Sulit, beliau menjadi petani siwalan sejak tahun 2008. Jumlah pohon yang ada di kebun bapak Sulit berjumlah 20 pohon. Air nira ini memiliki rasa yang manis, tetapi sayangnya tidak tahan lama, karena dalam hitungan beberapa jam saja air nira tersebut mengalami proses fermentasi akibat aktivitas mikroba tertentu. Proses penyimpanan yang tepat akan membuat air nira lebih tahan lama sampai 2 hari. Setelah lebih dua hari air nira akan mengandung alkohol yang biasanya dikenal dengan “tuak”. Oleh karenanya perlu adanya inovasi baru untuk meningkatkan ketahanan penyimpanan legen dengan cara membuat sirup legen yang dapat dikonsumsi untuk semua kalangan. Dengan mengolah air nira menjadi sirup, akan memiliki beberapa manfaat diantaranya daya ketahanan penyimpanan yang lebih lama (2-3 minggu), dapat dikonsumsi untuk berbagai kalangan dan dapat memelihara ketahanan tubuh. Selain itu, air nira memiliki berbagai manfaat diantaranya pengganti caitan tubuh, mengatasi gejala impotensi dan memperbaiki fungsi ginjal.

Dodol Sawo

Mayoritas warga di Desa Maneron, Kecamatan Sepulu, hampir di setiap pekarangan rumah terdapat pohon sawo yang buahnya hanya dibiarkan berjatuhan atau hanya dijual di pasaran dengan harga yang relatif murah. Padahal buah sawo dapat diolah menjadi produk makanan yang bernilai ekonomi sehingga dapat menambah kualitas dari buah sawo. Selain itu, buah sawo memiliki rasa yang manis dan daging yang empuk atau lembut sehingga dapat diolah menjadi makanan seperti selai dan dodol.



Pembuatan selai sawo dengan cara menghaluskan buah sawo tanpa biji, dituangkan ke loyang menggunakan api kecil sambil diaduk dengan menambahkan gula dan garam. Setelah tercampur rata hingga mengental, diamkan sampai dingin. Pembuatan dodol sawo sama dengan pembuatan selai sawo tetapi pada dodol sawo ditambahkan vanili dan susu kental manis. Setelah dodol dingin, dicetak sesuai selera.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Top WordPress Themes